Franz Kafka, Die Verwandlung
"Seorang penyair seolah mengatakan mati layaknya tidur terbalik dalam cermin yang menyenangkan, benarkah? Aku menjadi ingin merasakan mati karena dipermukaan dalam kehampaan. Aku namun tidak membunuh diri karena takut Tuhan jua meninggalkanku. Sesungguhnya sendirian adalah sebuah yang menakutkan. Keluarga kandungku dan keluarga suamiku merendahkanku dan menindasku karena kedudukan dan kekayaan dunia. Aku tersenyum melihat perjalanan kehidupan karena aku sungguh keluguan dan kenaifan. Sejak dahulu aku tidak dianggap keluargaku dan kepribadianku selalu penyendiri, aku tidak dapat menyakiti makhluk hanya menjerit kesakitan ditempat persembunyian sekaca patri. Mereka memandangiku seperti makhluk binatang yang tidak pantas dilahirkan. Menanyakan dalam hati mengapakah aku tidak dicintai karena selama kehidupan aku selalu memberikan ketulusan, aku tidak menjahati makhluk Tuhan. Aku sabar menunggu selama duapuluh tahun lebih menghadapi semua orang yang menjatuhkanku tanpa membalas kekejian mereka. Aku membayangkan seandainya aku mati mereka pastilah bahagia dan berpesta. Kemudian aku menanyakan kepada Tuhan, kapankah malaikat menarik sayap putihku yang tersembunyi dan aku berpesta dansa menari dengan mengenakan gaun renda abad kedelapanbelas? Aku menagih hadiahku karena bukankah aku didunia sudah bekerja keras, Tuhan? Wahai para pembantu surgawi mencabutlah serangkaian dendam dari hatiku yang kesakitan, biarlah penderitaan dialihkannya seperti pohon acker ditanah diwujudkan kembali menjadi seorang surgawan. Seperti seorang anak kecil yang tidak mendapat kasih sayang mengadukan kejahatan dunia terhadapku dan Tuhan tersenyum dengan cahaya memunggungiku. Aku selamanya tidur dikebun mawar yang sebelahnya kastil dipenuhi buku." Seravi
Die Verwandlung, Franz Kafka. Read Book:
http://www.gutenberg.org/ebooks/5200
Picture: https://www.biblio.com/book/die-verwandlung-metamorphosis-kafka-franz/d/1053993854






Komentar
Posting Komentar