Alyssum

www.pinterest.com



Bulan awal musim semi adalah yang paling sesuai untuk menabur benih, maka usah kau berisau, walaupun kaum kita dalam pengartian majemuk yang berjauhan tetapi  terkukuh didalam ikatan tangkai-tangkai. Jikapun hanya diberi kesempatan untuk tumbuh dalam setahun, ada tahap persemaian yang membuat anak-anak pemanah kaum kita selalu tumbuh kembali. Bunga alyssum dikebun ini, kau bisa melihat sekitarmu. Tanah telah memulai hangat kering pada musim itu seperti mempersilahkan sebagai tempat pertumbuhan yang sungguh baik. Ada bebatuan yang berbaik hati memberikan bilik-bilik  pada celah sehingga terlihat dimuliakan taburan putih bunga ini, “Begitu hadiah dari kami yakni pemandangan sebuah taman batu”, kata mereka. Setiap sudut pagar batunya pula sudah begitu dipenuhi hingga membentuk gelaran yang panjang dengan oranamen benang dari ruas-ruas rumit nan rapi yang dihasilkan pada bentuk tiap mahkota itu sendiri. Kebun ini sudah memberikan kerja kerasnya, dan sungguh, itu tak sia-sia. Ada sekumpulan awan tua pula yang menaung atasnya dengan rendah hati menangkupkan kedua telapak tangan lalu menjatuhkan kristal-kristal air dari tiap sekat terkatupnya, padahal selama periode kering tadi terlihat dari luar susah hati. Fenomena ringan namun nan tak terbendung didalamnya, membuyarkan lamunan ketika seorang anak menatap keatas langit yang amat jauh. Begitu jauh hingga tak berujung, lengannya berusaha menampik arak-arakan berjatuhan tadi yang semakin keras, namun dalam sudut matanya entah mengapa ada yang berusaha mengetuk pintu rumah mereka disana, salah satunya saja, kemudian terperangah karenanya saat membuka tak menyangka ada sesosok rahasia yang memang menunggu seorang mengambil ranah yang begitu putih murni. Hal yang sudah dipersiapkan oleh para malaikat dari masa lampau yang jauh sebelum ia mengetahui tentang hal ini. Dari sanalah sesuatu menguatkan keyakinannya itu, dan ia menjadi semakin tahu apa yang langit deru. 

Bulan awal musim semi adalah yang paling sesuai untuk menabur benih, maka usah kau berkecil hati, lihatlah perangai matahari mencengangkan penglihatan-penglihatan segala. Jejarum cahaya sekeliling kepalanya berjalan pada jajakan ini lalu menelisik sesuatu dari dalam sehingga menjadikan tanahnya begitu mekar. Sebenarnya kau akan mengerti bahwasanya justru pertumbuhan akan semakin baik dengan matahari penuhnya, sampai embun beku pertama muncul kembali. Maka kau tahu, dari sana matahari itu hanya tersenyum  karena melihat ada sebagian yang tidak percaya dengan perkataan-perkataannya, hingganya mereka yang didalam rumah terus menyembunyikan tanaman itu, berharap udara pada atap demikian lebih bisa melindungi kelopaknya yang sedang merekah. Keranjang gantung ditepi sudut-sudut ruangan juga beranda memang menuansakan plot yang menarik, seperti memberikan efek cerita-cerita lembar yang dapat mengatur tampilan ruangan lebih indah. Seperti pada milik seseorang disana, ia sedang menikmati tanaman yang bergerak rimbunannya didesir oleh angin sedang. Berayun-ayun pelan wadah tanah liat itu dengan luaran kerangkang silang besi putihnya, kaitan kerasnya masih kuat untuk mengangkutnya sehingga hanya akan terdengar suara derak sedikit pada paku atasnya ketika didorong dengan lembut. Tapi bagaimanakah, jika berada diluar tanggal es terakhir pada musim ini, pot-pot mereka harus dikeluarkan dari sana, agar lebih kering dan terjaga persemaiannya.

Sesungguhhnya para pekerja-pekerja Tuhan sudah membantumu banyak, atribut-atribut layaknya dileluaskan untuk memberikan jalan setapak agar dapat menuntun dalam pengartian ’berjuang’ itu. Tinggal kau yang harus hidup mandiri di alam yang begitu luas nanti, entah itu dihadapkan ujian-ujian pada makhluk lain. Maka apakah seorang mengira ia akan lepas dari sebuah ujian, berkeinginan hidup serba beruntung yang merupakan wujud dalam penalarannya yang dihasilkan dari hawa nafsu sendiri. Tidak demikian, karena ujian adalah bersifat sejati dimana kesemua kaki tangan yang diraihnya itu memiliki sebuah harapan.  Ruang lingkup yang kau jalani selama ini tentu akan melalui tanah yang sukar, misalnya seperti hal tadi atau bahkan penyakit dalam diri sendiri. Ketika itu anak-anakmu akan perlahan hidup lemah, satu persatu terlepas dari tangkai, mengerut ujung-ujung daunnya, lalu kemudian mati. Seorang yang sungguh-sungguh merawatmu seharusnya tahu apa yang dilakukannya untuk mempersiapkan hal itu semua. Tidak bijaksana, jika ia hanya melihat hasilnya saja lalu mengambili beberapa tangkai mereka, untuk bunga terbaik akan dijadikan mengisi setiap celah kecil ditempat tidur bunga lain dalam satu kertas susun renda. 

Sesungguhnya para pekerja-pekerja Tuhan sudah membantumu banyak, atribut-atributnya layaknya memberikan keteguhan dari segala keraguan yang dihasilkan oleh pikiran-pikiran yang dalam pengartian ‘bertahan’ itu. Tanda-tanda Tuhan ada disekelilingmu, maka sebenarnya akan bertambahlah imanmu, dengan catatan kau harus membuang segala kerisauan dalam mengambil langkah benar, walau hanya sekedar tersirat disana. Dedaunanmu ibarat layar-layar tangan yang menggenggam banyak, udara liar atau apapun itu. Kau yang menentukannya arahnya, mengikuti hati yang terselubung atau bukti nyata yang sebenarnya sudah dalam genggaman tadi. Bisa dirasakan, menurut indera perabanya , layaknya mereta-reta dalam gelap, menguruk dasarnya telah sampai pada menerjemahkan sesuatu. Mengimbuh keterampilannya untuk kembali menguatkan apa yang didalam situ, semakin erat, menggenggamnya dalam tempat penyimpanan yang kau maksudkan nanti. Merupakan bekal yang akan dijadikan untuk melawan apapun itu yang menghalangi untuk mengambil tanggung jawab.

Ketika kau mengambil keputusan menjadi salah satu pejuang Tuhan, apa yang lalu kau mohonkan pertama kali? 

Apakah kau akan meminta agar ujian diringankan atau kau akan meminta agar iman dikuatkan? Untuk keadaan tertentu bagaimana kau akan menjawabnya? Bagaimana jika suatu hari pula dari itu ada suatu hal yang membuatmu akan menjadi sesosok yang munafik? Dalam persembunyian diam-diam masuk dalam barisan-barisan shalih disana, namun karena ada sosok naluri yang mengusik hingga mengasak naik ke ubun-ubun, seorang  akan sudah menjadi kehilangan akal lalu bersigap untuk menjadi pembicara ulung yang mengkhianati. 

Punggung-punggung kita akan banyak yang menepak pengausnya untuk berlarian kedepan, kau akan kesulitan untuk menampiknya. Mereka sengaja menunggumu mengosongi pikiran berusaha agar kau tak menoleh kebelakang, hanya ada suara-suara, entah itu ketir dan tanpa ketir, atau pembelot dengan lancangnya dan tanpa pembelot, atau terkekeh remehnya hingga terkecut. Suatu hari kau diajaknya untuk melakukan perburuan yang tak tahu antah berantahnya, yang diingatkan adalah banyak hal. Sungguh banyak hal, maka bagaimana caramu untuk memilah sebuah anak panah untuk melesakkan, sekalipun kau sudah menegapkan tali mata busur pemberat. 

Seorang pejuang Tuhan, merambah sampai pada dinding-dinding yang begitu keras. Ketika bertemu salah satu nanti apa yang akan terjadi, maka ia berpikir disana. Itu sebabnya dari pilihan tadi, ia akan meminta agar imannya dikuatkan. Karena ketika meminta ujiannya diringankan, layaknya ia berniat ingin mengambil alih untuk mengatur keseluruh sistem alam yang sudah tertata. Sebenarnya satu ujian yang ada pada sekat-sekat dinding adalah akan menuntun seseorang menemukan sebuah ‘peruntukan rahasia’. Layaknya sebuah kotak musik yang sedang dijaga dalam laci lemari susutnya. Namun diruangan itu amat banyak benda-benda lain, dan itu sangat membingungkan. Lemari-lemari ditempat ini pula amat banyak, dengan bilik-bilik besar yang juga didalamnya laci-laci lagi, adapula laci yang didalamnya masih tersimpan laci sedang, lalu dalamnya lagi ada yang lebih kecil lagi. Dan seorang tak akan menyangka, bahwa seluruh laci itu masing-masing memiliki kotak, dan hanya satu yang asli. Satu yang ketika alat baut-bautnya seperti para pekerja penggiling disana membuatkan satu alunan.

 “Ketika seorang meneguhkan sebuah iman, tahukah kau bahwa pilar-pilarnya akan menyangga dari langit apa saja”, kata salah satu dari awan.  Ketika seorang sedang terlalu lemah, akan berusaha diangkatnya lagi untuk dikuatkan, perlahan-lahan dari mata kaki berikut tangan-tangan, agar dengan berdiri akan lebih mudah melihat apa saja yang dimaksudkan pada bumi Tuhan.  Itulah akhirnya seorang mengerti akan arti hidup, yakni segalanya menuju pada Tuhan. 

Maka seorang yang memperjuangkan kitab Tuhan disana akan sangat tahu tentang hal itu. Biarpun, ia berdiri ditengah-tengah titik bidik pemangsa, jadi lahapan mereka. Ada rasa sakit yang memilin tiap tangkuk yang ada didalam hatinya, ketika agama langit dinistakan oleh orang-orang. Betapa rapuhnya, meretakkannya, sampai pada tengkuk yang diangkat oleh awan begitu kesulitan cara. Tetapi ada satu hal, yang benar-benar tak akan bisa dielakkan, yakni ‘kecintaannya pada Tuhan’.

Membuatnya tetap percaya, rasa sakit didalam yang bahkan mengalahkan luaran raga justru akan lebih mendekatkannya pada Tuhan. Walaupun dilaluinya arak-arakan parade ini yang begitu rumit dan  memporak-porandakan segala hal ,akan tetap dijalani dengan keyakinannya itu. Namun seorang disana yang tak tahan mungkin bisa saja mencela, membenci, mendendam, layaknya ingin menggaruki banyak hal memainkan hakim sendiri dengan semena pada siapa saja yang melakukan penistaan. Tidak, ketika kau sudah berdiri disana yang dilakukan adalah menyampaikan kebenaran agama Tuhan, benar, tugasmu didunia adalah menyampaikan.

Bagaimanakah, jika rasa sakit seperti ini ingin membuat hati menangis? Kau bisa melihat pada sebuah cermin dan melihat pantulan didalamnya, lalu katakanlah “Apakah kau tak menyadari, bahwasanya benda yang terjatuh itu adalah butiran kaca yang kuat, aku pun tak bisa mengabadikannya untuk tamakku sendiri. Karena sebuah yang mengkristal itu hanya untuk ia yang memilih murni dengan ketulusan. Maka bersyukurlah ada rasa itu, dengan demikian berarti kau masih menyimpan keelokannya, yakni dari sebuah iman”

Pernahkah kau menyadari, bahwa kau sebenarnya tak pernah sendirian, jikapun pernah itu hanya digunakan seorang untuk wujud klise gambaran lain seperti halnya untuk menenangkan dirinya sejenak. Senyata-nyatanya ada seorang lagi dalam dirimu yang akan selalu menguatkan ke jalan ini. Pula saudara-saudaramu yakni kaummu tadi, yang juga memilih jalan benar ini. Kita hidup majemuk yang seperti dikatakan tetapi dalam satu ikatan tangkai-tangkai. Satu induk tanaman akan sangat beramai-ramai merekahkan mahkotanya, membentuk bundar-bundar kecil, kemudian induk tanaman berikutnya juga demikian, sampai ujung bebatuan kebun ini yang satu bagian dinding. Bagaimana dengan dinding berikutnya, ia akan dipenuhi pula masih dengan ornament seperti tadi, selanjutnya bagian lain, dan seterusnya. Hingga kebun ini membentukkan kecerlangan, walaupun menjadi tahunan oleh alam, tapi sekali berbunga itu akan semerbak harumnya karena satu mahkota, satu lainnya, hingga rangkaian itu bertumpuk-tumpuk . Ia yang tak memikirkan keuntungan dirinya sendiri, tetapi bermaksud untuk memperjuangkan bersama-sama keindahan agama langit melalui seruan mereka, yakni mengenai tanda-tanda keagungan Tuhan. Akhirnya tak terasa hal itu menjadi sosok kemuliaan yang memiliki pertalian yang kuat. 

Bagaimanakah, jika ada satu jarum bunga atau dedaunan yang mati jatuh ke tanah, maka ia akan menjadi satu mulia disisi Tuhan. Ketika memang harus dipangkas agar tetumbuhan menjadi lebih baik, tak mengapa, akan ada benih-benih baru. Disemai  lagi oleh yang sungguh-sungguh merawatnya, dengan ketrampilannya berupaya untuk menjadi seorang tukang kebun yang lebih baik. Ia sudah membungkuk untuk memberikan segala keperluan taman, ia dan sarung tangannya dengan telaten membenarkan segala atribut mereka, topi jeraminya akan digunakan untuk melindungi dari panas terik selagi bekerja, corong penyiram tanaman akan selalu setia menemaninya karena hujan akan seringkali datang musim ini, kemudian bagaimana dengan keranjang-keranjang yang dibawanya, ah itu akan sangat membantu dalam semua pekerjaan. Lihatlah, kau tak akan percaya setelah beberapa mingggu kemudian, benih akan mulai berkecambah dan akar yang sudah cukup kuat akan disebar lagi pada tanah ini, lalu menambah semaraknya. Maka ketika melihat itu ada sebuah pikiran juga, yakni sesekali mungkin ketika sedang kesepian, seorang tadi akan mengambil mereka beberapa yang sudah tumbuh berbunga untuk dipisahkan ke pot keranjang lalu kemudian ditaruh dalam ruangannya. Wadah dengan luaran kerangkang besi putih bertumpuk itu disematkan didalamnya genggam tanah mekar  dengan beberapa kali alat serokan ditangannya. Kemudian setelah selesai ia membawanya pulang, tapi dengan catatan ia harus mengembalikan mereka ke tempat semula pada luar tanggal es terakhir.


seravi

Komentar

Postingan Populer