Alyssum
Bulan awal musim semi adalah yang paling sesuai untuk
menabur benih, maka usah kau berisau, walaupun kaum kita dalam pengartian
majemuk yang berjauhan tetapi terkukuh
didalam ikatan tangkai-tangkai. Jikapun hanya diberi kesempatan untuk tumbuh
dalam setahun, ada tahap persemaian yang membuat anak-anak pemanah kaum kita selalu tumbuh
kembali. Bunga alyssum dikebun ini, kau bisa melihat sekitarmu. Tanah telah
memulai hangat kering pada musim itu seperti mempersilahkan sebagai tempat
pertumbuhan yang sungguh baik. Ada bebatuan yang berbaik hati memberikan
bilik-bilik pada celah sehingga terlihat
dimuliakan taburan putih bunga ini,
“Begitu hadiah dari kami yakni pemandangan sebuah taman batu”, kata mereka.
Setiap sudut pagar batunya pula sudah begitu dipenuhi hingga membentuk gelaran
yang panjang dengan oranamen benang dari ruas-ruas rumit nan rapi yang
dihasilkan pada bentuk tiap mahkota itu sendiri. Kebun ini sudah memberikan
kerja kerasnya, dan sungguh, itu tak sia-sia. Ada sekumpulan awan tua pula yang
menaung atasnya dengan rendah hati menangkupkan kedua telapak tangan lalu
menjatuhkan kristal-kristal air dari tiap sekat terkatupnya, padahal selama
periode kering tadi terlihat dari luar susah hati. Fenomena ringan namun nan tak
terbendung didalamnya, membuyarkan lamunan ketika seorang anak menatap keatas
langit yang amat jauh. Begitu jauh hingga tak berujung, lengannya berusaha
menampik arak-arakan berjatuhan tadi yang semakin keras, namun dalam sudut
matanya entah mengapa ada yang berusaha mengetuk pintu rumah mereka disana,
salah satunya saja, kemudian terperangah karenanya saat membuka tak menyangka
ada sesosok rahasia yang memang menunggu seorang mengambil ranah yang begitu
putih murni. Hal yang sudah dipersiapkan oleh para malaikat dari masa lampau
yang jauh sebelum ia mengetahui tentang hal ini. Dari sanalah sesuatu menguatkan
keyakinannya itu, dan ia menjadi semakin tahu apa yang langit deru.
Bulan awal musim semi adalah yang paling sesuai untuk
menabur benih, maka usah kau berkecil hati, lihatlah perangai matahari mencengangkan
penglihatan-penglihatan segala. Jejarum cahaya sekeliling kepalanya berjalan
pada jajakan ini lalu menelisik sesuatu dari dalam sehingga menjadikan tanahnya
begitu mekar. Sebenarnya kau akan mengerti bahwasanya justru pertumbuhan akan
semakin baik dengan matahari penuhnya, sampai embun beku pertama muncul
kembali. Maka kau tahu, dari sana matahari itu hanya tersenyum karena melihat ada sebagian yang tidak percaya
dengan perkataan-perkataannya, hingganya mereka yang didalam rumah terus
menyembunyikan tanaman itu, berharap udara pada atap demikian lebih bisa
melindungi kelopaknya yang sedang merekah. Keranjang gantung ditepi sudut-sudut
ruangan juga beranda memang menuansakan plot yang menarik, seperti memberikan efek
cerita-cerita lembar yang dapat mengatur tampilan ruangan lebih indah. Seperti
pada milik seseorang disana, ia sedang menikmati tanaman yang bergerak
rimbunannya didesir oleh angin sedang. Berayun-ayun pelan wadah tanah liat itu dengan
luaran kerangkang silang besi putihnya, kaitan kerasnya masih kuat untuk
mengangkutnya sehingga hanya akan terdengar suara derak sedikit pada paku
atasnya ketika didorong dengan lembut. Tapi bagaimanakah, jika berada diluar
tanggal es terakhir pada musim ini, pot-pot mereka harus dikeluarkan dari sana,
agar lebih kering dan terjaga persemaiannya.
Sesungguhhnya para pekerja-pekerja Tuhan sudah membantumu
banyak, atribut-atribut layaknya dileluaskan untuk memberikan jalan setapak
agar dapat menuntun dalam pengartian ’berjuang’ itu. Tinggal kau yang harus
hidup mandiri di alam yang begitu luas nanti, entah itu dihadapkan ujian-ujian
pada makhluk lain. Maka apakah seorang mengira ia akan lepas dari sebuah
ujian, berkeinginan hidup serba beruntung yang merupakan wujud dalam penalarannya yang dihasilkan dari hawa
nafsu sendiri. Tidak demikian, karena ujian adalah bersifat sejati dimana kesemua kaki
tangan yang diraihnya itu memiliki sebuah harapan. Ruang lingkup yang kau jalani selama ini tentu
akan melalui tanah yang sukar, misalnya seperti hal tadi atau bahkan penyakit
dalam diri sendiri. Ketika itu anak-anakmu akan perlahan hidup lemah, satu
persatu terlepas dari tangkai, mengerut ujung-ujung daunnya, lalu kemudian
mati. Seorang yang sungguh-sungguh merawatmu seharusnya tahu apa yang
dilakukannya untuk mempersiapkan hal itu semua. Tidak bijaksana, jika ia hanya
melihat hasilnya saja lalu mengambili beberapa tangkai mereka, untuk bunga terbaik
akan dijadikan mengisi setiap celah kecil ditempat tidur bunga lain dalam satu kertas
susun renda.
Sesungguhnya para pekerja-pekerja Tuhan sudah membantumu
banyak, atribut-atributnya layaknya memberikan keteguhan dari segala keraguan
yang dihasilkan oleh pikiran-pikiran yang dalam pengartian ‘bertahan’ itu.
Tanda-tanda Tuhan ada disekelilingmu, maka sebenarnya akan bertambahlah imanmu,
dengan catatan kau harus membuang segala kerisauan dalam mengambil langkah
benar, walau hanya sekedar tersirat disana. Dedaunanmu ibarat layar-layar
tangan yang menggenggam banyak, udara liar atau apapun itu. Kau yang
menentukannya arahnya, mengikuti hati yang terselubung atau bukti nyata yang
sebenarnya sudah dalam genggaman tadi. Bisa dirasakan, menurut indera perabanya
, layaknya mereta-reta dalam gelap, menguruk dasarnya telah sampai pada menerjemahkan
sesuatu. Mengimbuh keterampilannya untuk kembali menguatkan apa yang didalam
situ, semakin erat, menggenggamnya dalam tempat penyimpanan yang kau maksudkan
nanti. Merupakan bekal yang akan dijadikan untuk melawan apapun itu yang
menghalangi untuk mengambil tanggung jawab.
Ketika kau mengambil keputusan menjadi salah satu pejuang Tuhan,
apa yang lalu kau mohonkan pertama kali?
Apakah kau akan meminta agar ujian diringankan atau kau akan
meminta agar iman dikuatkan? Untuk keadaan tertentu bagaimana kau akan
menjawabnya? Bagaimana jika suatu hari pula dari itu ada suatu hal yang
membuatmu akan menjadi sesosok yang munafik? Dalam persembunyian diam-diam masuk
dalam barisan-barisan shalih disana, namun karena ada sosok naluri yang mengusik
hingga mengasak naik ke ubun-ubun, seorang akan sudah menjadi kehilangan akal lalu
bersigap untuk menjadi pembicara ulung yang mengkhianati.
Punggung-punggung kita akan banyak yang menepak pengausnya
untuk berlarian kedepan, kau akan kesulitan untuk menampiknya. Mereka sengaja
menunggumu mengosongi pikiran berusaha agar kau tak menoleh kebelakang, hanya
ada suara-suara, entah itu ketir dan tanpa ketir, atau pembelot dengan
lancangnya dan tanpa pembelot, atau terkekeh remehnya hingga terkecut. Suatu
hari kau diajaknya untuk melakukan perburuan yang tak tahu antah berantahnya,
yang diingatkan adalah banyak hal. Sungguh banyak hal, maka bagaimana caramu
untuk memilah sebuah anak panah untuk melesakkan, sekalipun kau sudah menegapkan
tali mata busur pemberat.
Seorang pejuang Tuhan, merambah sampai pada dinding-dinding
yang begitu keras. Ketika bertemu salah satu nanti apa yang akan terjadi, maka
ia berpikir disana. Itu sebabnya dari pilihan tadi, ia akan meminta agar
imannya dikuatkan. Karena ketika meminta ujiannya diringankan, layaknya ia berniat
ingin mengambil alih untuk mengatur keseluruh sistem alam yang sudah tertata.
Sebenarnya satu ujian yang ada pada sekat-sekat dinding adalah akan menuntun
seseorang menemukan sebuah ‘peruntukan rahasia’.
Layaknya sebuah kotak musik yang sedang dijaga dalam laci lemari susutnya.
Namun diruangan itu amat banyak benda-benda lain, dan itu sangat membingungkan.
Lemari-lemari ditempat ini pula amat banyak, dengan bilik-bilik besar yang juga
didalamnya laci-laci lagi, adapula laci yang didalamnya masih tersimpan laci sedang,
lalu dalamnya lagi ada yang lebih kecil lagi. Dan seorang tak akan menyangka,
bahwa seluruh laci itu masing-masing memiliki kotak, dan hanya satu yang asli. Satu yang ketika alat baut-bautnya seperti para pekerja penggiling disana membuatkan
satu alunan.
“Ketika seorang meneguhkan sebuah iman, tahukah kau bahwa pilar-pilarnya
akan menyangga dari langit apa saja”, kata salah satu dari awan. Ketika seorang sedang terlalu lemah, akan berusaha
diangkatnya lagi untuk dikuatkan, perlahan-lahan dari mata kaki berikut
tangan-tangan, agar dengan berdiri akan lebih mudah melihat apa saja yang dimaksudkan
pada bumi Tuhan. Itulah akhirnya seorang
mengerti akan arti hidup, yakni segalanya menuju pada Tuhan.
Maka seorang yang memperjuangkan kitab Tuhan disana akan
sangat tahu tentang hal itu. Biarpun, ia berdiri ditengah-tengah titik bidik
pemangsa, jadi lahapan mereka. Ada rasa sakit yang memilin tiap tangkuk yang
ada didalam hatinya, ketika agama langit dinistakan oleh orang-orang. Betapa rapuhnya,
meretakkannya, sampai pada tengkuk yang diangkat oleh awan begitu kesulitan
cara. Tetapi ada satu hal, yang benar-benar tak akan bisa dielakkan, yakni ‘kecintaannya
pada Tuhan’.
Membuatnya tetap percaya, rasa sakit didalam yang bahkan mengalahkan
luaran raga justru akan lebih mendekatkannya pada Tuhan. Walaupun dilaluinya
arak-arakan parade ini yang begitu rumit dan memporak-porandakan segala hal ,akan tetap
dijalani dengan keyakinannya itu. Namun seorang disana yang tak tahan mungkin
bisa saja mencela, membenci, mendendam, layaknya ingin menggaruki banyak hal
memainkan hakim sendiri dengan semena pada siapa saja yang melakukan penistaan. Tidak, ketika
kau sudah berdiri disana yang dilakukan adalah menyampaikan kebenaran agama
Tuhan, benar, tugasmu didunia adalah menyampaikan.
Bagaimanakah, jika rasa sakit seperti ini ingin membuat hati
menangis? Kau bisa melihat pada sebuah cermin dan melihat pantulan didalamnya,
lalu katakanlah “Apakah kau tak
menyadari, bahwasanya benda yang terjatuh itu adalah butiran kaca yang kuat, aku pun tak bisa mengabadikannya
untuk tamakku sendiri. Karena sebuah yang mengkristal itu hanya untuk ia yang
memilih murni dengan ketulusan. Maka bersyukurlah ada rasa itu, dengan demikian berarti kau masih menyimpan keelokannya, yakni dari sebuah iman”
Pernahkah kau menyadari, bahwa kau sebenarnya tak pernah
sendirian, jikapun pernah itu hanya digunakan seorang untuk wujud klise gambaran
lain seperti halnya untuk menenangkan dirinya sejenak. Senyata-nyatanya ada seorang lagi dalam dirimu yang akan selalu
menguatkan ke jalan ini. Pula saudara-saudaramu yakni kaummu tadi, yang juga
memilih jalan benar ini. Kita hidup majemuk yang seperti dikatakan tetapi dalam
satu ikatan tangkai-tangkai. Satu induk tanaman akan sangat beramai-ramai merekahkan
mahkotanya, membentuk bundar-bundar kecil, kemudian induk tanaman berikutnya
juga demikian, sampai ujung bebatuan kebun ini yang satu bagian dinding.
Bagaimana dengan dinding berikutnya, ia akan dipenuhi pula masih dengan ornament
seperti tadi, selanjutnya bagian lain, dan seterusnya. Hingga kebun ini
membentukkan kecerlangan, walaupun menjadi tahunan oleh alam, tapi sekali
berbunga itu akan semerbak harumnya karena satu mahkota, satu lainnya, hingga rangkaian
itu bertumpuk-tumpuk . Ia yang tak memikirkan keuntungan dirinya sendiri,
tetapi bermaksud untuk memperjuangkan bersama-sama keindahan agama langit melalui seruan mereka, yakni mengenai tanda-tanda keagungan Tuhan. Akhirnya tak terasa hal
itu menjadi sosok kemuliaan yang memiliki pertalian yang kuat.
Bagaimanakah, jika ada satu jarum bunga atau dedaunan yang mati
jatuh ke tanah, maka ia akan menjadi satu mulia disisi Tuhan. Ketika memang
harus dipangkas agar tetumbuhan menjadi lebih baik, tak mengapa, akan ada
benih-benih baru. Disemai lagi oleh yang
sungguh-sungguh merawatnya, dengan ketrampilannya berupaya untuk menjadi
seorang tukang kebun yang lebih baik. Ia sudah membungkuk untuk memberikan
segala keperluan taman, ia dan sarung tangannya dengan telaten membenarkan segala
atribut mereka, topi jeraminya akan digunakan untuk melindungi dari panas
terik selagi bekerja, corong penyiram tanaman akan selalu setia menemaninya karena hujan akan
seringkali datang musim ini, kemudian bagaimana dengan keranjang-keranjang yang
dibawanya, ah itu akan sangat membantu dalam semua pekerjaan. Lihatlah, kau tak
akan percaya setelah beberapa mingggu kemudian, benih akan mulai berkecambah dan akar yang
sudah cukup kuat akan disebar lagi pada tanah ini, lalu menambah semaraknya.
Maka ketika melihat itu ada sebuah pikiran juga, yakni sesekali mungkin ketika sedang kesepian, seorang tadi akan mengambil mereka
beberapa yang sudah tumbuh berbunga untuk dipisahkan ke pot keranjang lalu
kemudian ditaruh dalam ruangannya. Wadah dengan luaran kerangkang besi putih
bertumpuk itu disematkan didalamnya genggam tanah mekar dengan beberapa kali alat serokan ditangannya.
Kemudian setelah selesai ia membawanya pulang, tapi dengan catatan ia harus
mengembalikan mereka ke tempat semula pada luar tanggal es terakhir.
seravi


Komentar
Posting Komentar