Ambivalent


Pernahkah engkau temanku, merasa adanya dua macam impuls yang bertentangan pada suatu objek, dan itu terjadi pada orang yang sama pada waktu yang sama, hal mengejutkan bahwa penderita akan terdorong untuk melakukan perbuatan yang sulit dimengerti. Jika kita tidak menggunakan akal, maka kita akan terbawa arus yang salah, layaknya biri-biri yang diarak kesuatu tempat dan akan siap dipotong. Pernahkah temanku, berada dalam suatu bacaan membuat kepala menjadi sakit, karena jika kita lebih berpikir kritis tidak ada kebenaran didalamnya, sebenarnya hanya menemukan fakta yang diputarbalikkan, kecerdasan sebuah paham ‘bukan kebenaran’, sejarah-sejarah dibungkam, kata-kata berprestise, data-data laboratorium yang tidak pasti. Benar, kita manusia jika tak berpikir maka akan dikuasai oleh hal-hal tersebut. Itu sebabnya Tuhan dalam kitabNya selalu mengatakan ‘bagi kaum berpikir’. Aku berharap agar kita semua bisa seperti itu, maka sebelum menyimpulkan sesuatu sebaiknya kita mencari kebenaran-kebenaran itu lebih dalam dengan merendahkan diri, dan mintalah petunjuk kepada Tuhan, jika kita meninggikan hati, satu kebenaran pun akan hilang. Dan jika kita berada di kesalahan, akuilah dan berlapangdadalah. Karena suatu ketika ada muncul hal seperti ini, ‘ketika sudah mengetahui kulit luar buku maka ada perasaan seperti tahu semuanya, padahal jika kita lihat lagi halaman-halaman belakang masih banyak sekali yang belum diketahui.”

Sebaiknya kita harus memiliki patokan. Bukan paham yang bisa dipatahkan, bukan paham standar ganda, tetapi sebuah hukum yang benar-benar tidak bisa dielakkan dari kenyataan atau alam, yakni hukum Tuhan. Mengapa seorang atheis dan seorang pemegang kitab Tuhan sulit menemukan titik temu? Karena patokan mereka berbeda, seorang atheis menggunakan hati, apakah hati mempunyai sifat tegas? Tidak, karena itu bersifat tolerir yang ditambah dengan hawa nafsu, sehingga tidak bisa diukur. Tapi jika sesama pemegang kitab Tuhan saling berdebat, dalam perjalanan panjang pun mereka akan ada akhirnya, karena kitab Tuhan mempunyai sifat kebenaran.

Aku akan mengenalkan dua buah paradoks klasik, yakni “Paradoks orang Crete dan Pyrrhonisme”. Diceritakan bahwa: Ada seorang Crete (Pulau Kreta) bernama Epimenides, berkata “Orang Crete selalu pembohong”. Maka jika ia (Epimenides) benar, maka ia juga bohong. Satu lagi Pyrrhonisme, paham yang meragukan semua hal, akhirnya ia juga meragukan dirinya sendiri. Sebenarnya ini adalah sebuah permainan logika dalam filsafat, disebut ‘paradoks atau self defeating principle’, tidak ada kebenarannya. Mudah sekali jika kita ingin mematahkan paham ini, ‘berarti seseorang juga berhak penghapusan dalam paham ini’. Seperti halnya kebebasan berbicara yakni tidak punya batasan hingga orang yang tidak bersalah bisa dihukum mati karena kesaksian palsu, atau pada sejarah ada yang ditulis oleh kaum ‘pemenang dalam pengertian kuat pada saat itu’ sehingga dapat melakukan kesewenangan demi kepentingan kekuasaan. Sebenarnya jika seorang yang sungguh mencari jati diri hanya mempertanyakan hak-haknya sehingga terpengaruh theosofi mungkin pada masa belajarnya. Namun, ada oknum tertentu seperti misalnya yang mempunyai masalah patriarki, dijadikannya  salah satu untuk membumikan ajaran-ajaran kebebasan yakni, feminisme, liberalisme atau sejenisnya. Tapi tidak banyak yang tahu di akhir cerita, ada batas-batas yang sudah tersirat untuk seimbangnya alam semesta sehingga ada benturan keras terhadap paham hasil hipotesa manusia sendiri.

Terkadang kita manusia bebal. Namun jika nanti ada sebuah ‘dentuman’ pada bentengnya, barulah menyadari. Kita di dunia ini sudah banyak melihat bagaimana kedahsyatan hasil berpikir manusia dengan berbagai paham. Dan akhirnya mungkin kita pernah mendengar kata ini, “…buktinya kami tidak dikutuk Tuhan.” Takutlah kita ini manusia dengan Tuhan temanku, karena seperti pernyataan tadi berarti sedang menantangNya. Padahal Tuhan sudah memberikan pelajaran bagi orang terdahulu sejak ribuan tahun, apakah kita akan mengorbankan diri kita juga untuk belajar? Maka jika kita temukan orang-orang yang berhujah mengatakan kebebasan berbicara-bertindak, sebaiknya tidak dicela, tapi diarahkan, sebenarnya karena mereka hanya belum merasakan ‘dentuman’ tadi atau belum menemukan kebenaran sendiri. Karena sebenarnya tidak ada kebebasan, tapi konsekuensi. Mungkin pernah kita juga mendengar kata ini, “…dengan adanya hukum itu tidak mengurangi kejahatan.” Sebenarnya pengartian dengan adanya hukum yang berdiri, manusia memiliki rasa tanggung jawab, sehingga ada konsekuensinya jika ia melakukan suatu kesalahan. Dan cobalah telaah lagi, sebenarnya segala yang ditulis Tuhan dalam kitabNya adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri, Tuhan menyayangi semuanya dan adil, sederhana untuk mengetahuinya yakni lihatlah lagi kedalam diri kita masing-masing, bahwa hak dan kewajiban kita berbeda, dari itu ada kelebihan ada kekurangan, dan pada akhirnya menjadi melengkapi semuanya. Kita ini memang sama-sama manusia yang sedang mencari jalan kebenaran, itu sebabnya dikatakan Tuhan yakni pada hakikatnya ‘semua manusia dengan fitrahnya, dilahirkan dalam keadaan suci dan bersih’. Semuanya tentu saja juga boleh mempunyai mimpi, tapi tetap mempunyai batasan-batasan yang juga sudah ditulis Tuhan. Jika manusia tidak mempunyai batasan dalam ruang geraknya, maka akan terjadi kesewenangan, dan merusak sistem alam itu sendiri. Cobalah lihat juga adakah hal-hal yang bersifat paradoks, tidak ada.

Dunia Ambivalent. Dunia membingungkan yang tak bisa lagi duduk diam manis dengan menyeruput teh di sore hari. Karena sebagian orang-orang di dunia akan berkata bahwa hukum Tuhan seperti kaku, sempit, tidak moderen. Tapi kelak, kau hanya bisa tersenyum mendengar hal itu, walaupun dikatakan layaknya berpakaian tua dengan menggunakan celemek dasar lusuh seperti seorang pelayan pada abad victoria dahulu, pikiranmu akan terbuka, olehnya janganlah berputus asa untuk menelaah, kau akan menemukan sesuatu temanku, bahwa hukum Tuhan itu sungguh menakjubkan daripada pemikiran Karl Marx yang diagungkan sekalipun. Seperti halnya sebuah progam, ya, progam yang dibuat Tuhan adalah tercanggih di jagat raya ini.

seravi

Komentar

Postingan Populer