Satrically

charlesdickens



Apakah kau pernah menanyakan dalam hati wahai temanku, walaupun sedikit saja, ‘Mengapa manusia merendahkan manusia lainnya?’ Padahal jika ditela’ah lebih dalam kita ini sama, sedang berupaya mencari jalan benar ini, mengalami kesulitan masing-masing yang tak pernah dibayangkan sebelumnya, memilih takdir yang berbeda, akhirnya keadaan juga berbeda, ada yang jatuh dan ada yang tidak, ada yang terlahir di lingkungan kebenaran dan ada yang terlahir di lingkungan kebatilan. Semuanya itu akan mempengaruhi iman seseorang, lalu kau akan berupaya keras melakukannya sendiri mencarinya dengan sungguh-sungguh.

Didalam sebuah perjalanan itu, apa kau benar-benar tahu sudah memilih arah yang mana, atau di tengah-tengah akan ada saja arah yang salah, mendapat tantangan yang keras, dan sebenarnya belum kau rencanakan, karena tiba-tiba kau akan diantar ke sebuah dunia, entah di tanah yang mudah atau sukar, lalu kau tertatih mencari, sampai pernah berputus asa. Didalam memilih itu tidak melakukan upaya-upaya penistaan pada tanggung jawab yang ada, karena pahala dan siksa tidak beranjak pada tempatnya. Lalu apakah kau akan menertawakan seorang yang tidak berhasil dalam melewati segala hal tadi?

Dan apakah kau sudah betul mengerti mengapa ada kebenaran dan kebatilan? Pada hakikatnya keduanya tidak bisa berdiri sendiri, pernahkah kau membayangkannya? Sebaiknya janganlah seorang ‘kebenaran’ merendahkan seorang dari lawannya, dan begitupula sebaliknya.

Kau tahu temanku, karena didunia ini banyak sekali hal yang tidak kita ketahui. Maka sebaiknya kita belajar untuk menghargai apa saja yang ada di bumi Tuhan ini, apa saja, ketika kau sedang berjalan kaki di luar dan lihatlah segalanya, pepohonan, orang-orang, kemudian janganlah berburuk sangka dahulu. Karena jika kau tela’ah lagi, banyak sekali, hal-hal yang tidak bisa diterjemahkan, bukan berarti keabsurdan. Sedangkan Tuhan disana sedang tersenyum, karena Ia tahu akan segalanya.

Orang-orang sering bertanya mengapa aku suka anak kecil. Karena mereka “tidak tahu”. Ketidaktahuan membuat mereka tidak tinggi hati, memang seperti ada banyak anak-anak nakal, tapi sebenarnya itu karena banyak alasan yang bahkan orang dewasa tak akan mudah mengerti keinginan mereka. Olehkarenanya jika ingin dibedakan dengan orang dewasa, tentu saja mereka juga punya kekurangan, karena anak kecil tidak ada keharusan untuk tanggungjawab, kecuali anak-anak tertentu dengan kondisi mereka yang mengharuskannya. Maka bila kau temukan seorang anak yang memegang sebuah tanggung jawab, ia adalah ‘dewasa’.

Sebenarnya bila kau sering perhatikan, mengapa banyak penulis menggunakan anak-anak sebagai pisau filsafat mereka, aku hanya bisa tersenyum. Sebenarnya seperti hal tadi, karena ketidaktahuan itu membuat anak-anak mempunyai keberanian dan kebaikan yang masih murni. Itu sebabnya pemerintahan Victoria pada abad dulu sedikit terganggu akibat seorang anak kecil saja, ada sindiran satire disana, kau mungkin bisa bayangkan (betapa susahnya mereka).

Kebaikan yang masih murni, bisakah kita memulainya lagi ketika pada saat kita dilahirkan? Tentu bisa, karena didalam diri setiap manusia ada sebuah kasih sayang yang ditanamkan. Tapi terkadang harus memanggil keberanian, karena ada ketakutan didalam diri yang membuatnya menjauh, hingga ingin melakukan sesuatu karena bertamak pada yang ingin diambil. Jika berpikir ada nanti hal mustahil untuk kembali, kebaikanlah yang akan mengantarkan membuka jalan, dan Tuhan akan menunjukkan yang benar ini, melalui fitrah yang ada didalam manusia itu sendiri, nabi, dan kitab suci.

Sebenarnya dalam diri kita ada sebagian wujud dari mimpi buruk orang-orang dewasa. Lalu apa yang kau lakukan sedang bermimpi buruk? Ada sebuah kalimat yang kupikirkan:

"Di dunia ini memang ada hal yang mustahil untuk dilakukan. Tetapi satu cara untuk membuat hal itu tidak mustahil adalah dengan percaya bahwa hal tersebut tidak mustahil untuk dilakukan atau didapatkan."

Sehingga dengan percaya hal itu tidak mustahil maka dengan menilik sebuah saja, dan 'ia akan ada hanya jika kau ingin melihatnya', maka itu menjadi tidak mustahil (dengan catatan bahwa melibatkan Tuhan dalam segala halnya, jika menjadikan ini sebagai alasan untuk hal yang kebatilan tentulah tidak diperkenankan). Didalam itu, mungkin kau juga belum mengerti sungguh-sungguh apa makna didalamnya atau apa yang dicari, tapi percayalah, jika meniatkan dengan suatu ketulusan, Tuhan tak akan tinggal diam, kau akan diarahkanNya. Karenanya janganlah sekali-kali berprasangka buruk kepada manusia lain atau diri sendiri, sekalipun seseorang berbuat jahat padamu, berbuat baiklah padanya. Karena suatu hari nanti kau akan mengerti apa makna kebaikan sesungguhnya yang diberikan Tuhan padamu. Maka jika kau ingin hidup didalam sini, kau harus berjuang keras, dengan merendahkan diri.

Kau tahu, "Seorang pelukis abstrak tidak peduli lukisannya akan diterjemahkan orang seperti apa, yang ia ketahui hanya bekerja disana sungguh-sungguh seperti tak ada orang yang melihat, jikapun yang dipantulkan terlihat sebuah yang buruk, setidaknya Tuhan tahu apa yang ada didalam situ.”

seravi

Komentar

Postingan Populer