Labirin
Agama langit sudah menyiapkan lipatan berongga yang rumit itu untuk manusia dibawah. Itu benar, dan dinding-dinding yang berdiri padanya adalah takdir-takdir. Tapi tahukah, bahwa manusia lah yang memilih lorong-lorong didalamnya, ketika satu lorong yang ia pilih maka yang terjadi adalah ia akan menuju ke arah satu lorong berikutnya, ketika sudah diujung maka memilih lagi akan ke arah lorong satu lagi, dan seterusnya. Maka amat salah ketika seorang yang merasa tidak sempurna atau keluar dari akal sehat menyalahkan agama langit. Mereka-mereka kemudian berputus asa, anggap mengikuti alur adanya, dan bersama teman-temannya akan berupaya menyuarakan hak-hak.
Tuhan mencintai seorang manusia, maka akan diuji dari
dinding-dinding yang berdiri tadi. Aturan-aturan didalamnya adalah harga
mati. Dan jalan keluar, tak diketahui bertemu dengan apa saja nanti
pada ujung-ujung lorongnya. Kau tak akan bisa dengan apapun membelah
dindingnya, karena dinding itu akan mengatup lagi. Atau mengambil sayap
lalu pergi ke atas untuk melihat jalan keluar, karena dinding itu akan
tiba-tiba jauh meninggi. Atau memantra-mantrai dengan sihir untuk
merusaknya, karena dinding itu akan kembali wujudnya seperti semula.
Atau dengan kepintaran manusia, karena dinding itu dibekali kecerdasan
yang lebih lagi. Seorang tak akan pernah tahu bentuk aslinya, mungkin
setengah lingkaran, atau persegi tak beraturan. Dan tiap likunya pun tak
ada yang tahu, mungkin ada jalur gorong-gorong disana, kau harus
merundukkan kepala, atau tangga maka terengah-engah menitinya, atau
taman rumput yang luas, dan sebagainya. Sudah diciptakan sedemikian rupa
bahwa akan ada rahasia-rahasia gaib yang hanya akan berada pada
sisi-sisi Tuhan. Para ilmuwan-ilmuwan itu akan terdiam apa saja yang
diketahuinya, bahkan hal sesederhana dari alam semesta ini pun memliki
tujuan. Menyelinapi pikiran semua manusia di malam hari, yakni manusia
yang akan banyak merenungi.
Hukuman dari agama langit datang.
Maka mereka-mereka mengutuknya, dan orang-orang yang menganut padanya,
lalu menganggap bahwa hukuman itu amat keji. Padahal manusia sendirilah
yang sudah teramat jauh dari akal sehat, lalu paham-paham liberal yang
mengambil alih. Mereka berkata, “Jika diantaramu tak pernah melakukan
dosa maka boleh menghukumnya.” Demi Tuhan, ini suatu kesalahan. Sudah
dikatakan Tuhan untuk mengambil para ahli hukum diatas mereka. Ini
adalah keadilan dari agama langit, agar manusia dibawah tak berbuat
kerusakan di bumi.
Manusia terlalu pintar, akan banyak bertanya
mengenai aturan-aturan dinding labirin, dengan ideologi yang dibuat
sendiri lalu seakan mereka-mereka tadi yang berdosa harusnya yang
dikasihani, dan segala caranya menyuarakan hak-hak tadi. Ini bukan
mengenai rasa kasihan, tapi siapa yang akan menjadi hamba Tuhan. Kau
bisa memilih takdir yang baik, seperti rajutan buatan tangan yang dibuat
sendiri. Dan ketika Tuhan mengetahui segalanya yang tak kau ketahui
tujuannya, lalu kau mengikuti apa pun itu aturan pada dinding labirin,
maka itu akan menjadi tingkatan mulia. “Terkadang tak mengetahui dari
sesuatu hal akan menyenangkan, membuktikan bahwa kau telah mempercayai
Tuhan.”
seravi


Komentar
Posting Komentar