Profesor
Kelas kemarin. Sungguh, seperti labirin. Bisa dilihat
setiap baris berjajar rapi mahasiswa yang tertidur pulas, hidup tenang dengan
gulingnya si pensil malas. Sedangkan mahasiswa tidak tidur yang menegakkan
badan, itulah dinding labirinnya. Tak heran. Profesor didepan tidak menarik
perhatian. Padahal Diagram yang digambarnya sudah begitu jelas. Penurunan rumus
pun ditambahkan agar catatan buku meluas, tapi anak didik malah semakin erat
memeluk gulingnya si pensil malas. Dimimpi mereka Profesor sedang bercerita
fabel cengeng. Ini bukan cerita dongeng. Ini tentang Teori Elektrodinamika
quantum. Yang matematikanya tak akan cukup memenuhi satu kelas umum. Profesor
marah. Berjanji akan memberi tugas berat bagi siapa saja yang tidur disana.
"Ada seorang fisikawan yang mencintai materi pada
laboratoriumnya, kemudian ia menemukan semua fenomena yang melibatkan partikel
bermuatan listrik didalamnya. Ada seorang pelajar yang mencintai materi pada
pelajarannya, ia akan menemukan keberhasilan dari fenomena ilmu
didalamnya.", kata Profesor.
Mahasiswa itu masih dikantor. Sebenarnya dalam hati sudah
mengaku salah pada Profesor. Ia yang telah lalai dalam pelajaran, sungguh kali
ini berniat untuk membenahi catatan. Profesor memberikan lagi buku mahasiswa
itu yang sudah dicoretnya. Mahasiswa itu pun menerima, melangkah pulang hendak
menyelesaikan revisi cerita.
seravi


Komentar
Posting Komentar