Globular
Globular itu menyebabkan daya pantul sempurna hingga mematahkan hidung Kirk di depan anak-anak Balt. Itu sungguh memalukan. Bahkan pelatih memuntahkan peluitnya. Balt sendiri hanya tertawa, paparan zat kimia itu bahagia setelah sengaja mengiritasi bagian dalam membran hidung Kirk saat quarter kedua. Kirk hanya diam, melihat darahnya mengalir terus menerus mewarnai seragam putihnya. Dirinya begitu sakit, bukan karena epistaksis posterior yang membunuh setengah batang hidungnya, tapi tak rela melihat anak-anak Balt begitu senang, mereka membuat layar menarik dari tokoh jenis clown baru dengan apron merah.
Masih sakit mengingat hal itu, Kirk pun menghentikan
tembakannya. Kemudian ia duduk di tengah lapangan basket yang kini hanya
miliknya seorang. Lapangan itu sesunyi planetarium dekat sekolah, kau memang
tidak akan menemukan bintang didalamnya, tapi bisa menganggap bola-bola basket
disana seperti planet berlian yang dilihat dari observatorium darat. Itu akan
membuat hati tenang, setidaknya setelah berlelah melakukan latihan rahasia.
Seperti biasanya, hari ini tetap gagal. 100 tembakan
bisa-bisanya hanya 20 yang dimakan jaring. Ini membuat frustasi, apalagi
mengingat Balt terus meningkatkan offense-deffense di depan pelatih. Sebenarnya
ini bukan hanya mengenai harga diri, tapi tidak mau mengkhianati basket yang
begitu dicintai. Sambil memutar bola basket, tangannya berdalih: "Benda
ini membangkang memudahkan lengan kami menyerah, namun hanya sesaat, mereka
sebenarnya hendak bersenang bersama kami mengitari lapangan."
Ia kembali berdiri. Satu crossover dilakukan oleh Kirk,
melibatkan fake kemudian menembak lagi. Jika ini masuk, ia tentu saja senang.
Tadi ia bertaruh, jika berhasil mencetak point, ia akan membuka kotak bekal
dari ibu, lalu mengambil satu biji jack bean.
seravi


Komentar
Posting Komentar