Anak-anak surga
Mereka datang sendirian, adalah yang paling cerdas menyembunyikan keterpurukan. Orang dewasa tak akan bisa melihat, satu keberanian dan satu lagi kebaikan. Ada jiwa besar. "Harta karun kami yang paling dalam", kata mereka. Olehkarenanya terpuruk adalah hal yang harus dijauhi. Tuhan akan murka.
Mengenali dasar-dasar hati mereka, keberanian dan
kebaikan, mereka percaya hal itu lebih dari sihir. Sebagai empunya keduanya,
diperbolehkan orang lain ambil bagian. Rasanya punya banyak teman. Ini
akan menyenangkan. Buku-buku misteri tak pernah mati, ketika menjadi
pembuka-pembuka. Tapi entah mengapa ada yang selalu ketinggalan. Sebaiknya
tidak kelihatan ingin menangis.
Ujian besar akan selalu datang tiba-tiba, dan belum menyiapkan
diri. Tangan-tangan terlalu sibuk beku bertumbuh. Olehkarenanya pernah terpikir
buat istana sendiri, yang adalah aturan-aturan sendiri. Tapi kemudian berpikir
lagi, bahwa mahakarya bukan hal utama. Ada kalanya kali ini harus berkorban.
Tapi kau tahu, yang dilihat orang-orang adalah tubuh anak kecil pengganggu. Tak
akan bisa mengerti.
Pada cermin berdiri tegap melihat diri, tidak berbalik.
Mereka terlalu lugu, dengan keberanian-keberanian mereka. Tapi kekuatan itu
berhasil, menemukan 'alasan sebuah kebaikan' (bahkan orang dewasa sendiri sulit
menemukan). Dan kotak kebahagiaan sebaiknya disisihkan lama, kalau-kalau orang
yang dituju membutuhkan. Akan berat. Tak menyediakan ruang untuk sendiri, bagi
mereka 'anak-anak surga'. Namun mereka berkata, "Tuhan sebenarnya sudah
membuat kami bahagia, dibuat kami berguna bagi orang-orang".
seravi


Komentar
Posting Komentar